optimis

Seorang kakak kelas melontarkan gugatan setelah membaca blog ini:

Di,
Sore ini aku rodo longgar dari ke-rutin-an di tanah sebrang.
Kubuka milis tercinta dan kubuka satu-2nya blog yang kekenal..tapi..
Kenapa suaramu merintih penuh kecemasan..penuh ke-pesimisan..
Bukan-kah paling tidak kita masih punya HUT Kemerdekaan yang bisa dirayakan dengan kebanggaan, sebagai mana bangganya para pemakai Peci Kuning berlambang Veteran RI..biarpun harus berebutan berdesakkan memasuki pelataran Istana Merdeka untuk menyambut hari yang mereka ciptakan itu…
Jangan terlalu pesimis adi-ku, jangan sesalkan siapapun, bukan-kah tugas kita bersama untuk membenahi negeri ini tanpa harus pesimis..kasihan mereka yang sudah bangga berpeci Kuning …terus mengepal dengan berani dan bangga sebagi putra utama Indonesia..
GBU

Boleh. Saya terima komentar itu. Terima kasih Kangmas.

Saya tidak membela diri. Setiap kepala punya kemerdekaan untuk berpendapat. Juga bersikap. Maka, sudah semestinya dua kepala itu bertemu. Bukan beradu, tetapi berpadu. Bukan bersatu.

Leave a Reply