maya
Ketiadaan telah menjadi kenyataan. Manusia semakin mudah percaya pada sesuatu yang tidak pernah jelas keberadaannya. Manusia telah pula gampak digoyak oleh kenyataan yang tidak ada.
Manusia modern menyebutnya dunia maya. Tanpa tatap muka, tanpa sentuhan. Tanpa wujud, hanya ada bayang-bayang. Tanpa kehadiran, namun dengan perpisahan.
Dunia maya, dunia tanpa bentuk yang nyata. SMS, email, mailinglist, blog, dan web adalah beberapa contoh kemayaan yang nyata itu. Lalu, manusia bisa terhubung ke belahan dunia yang lain dalam waktu yang begitu cepat. Manusia bisa begitu akrab dengan teman barunya hanya dengan kata-kata, atau bertatap sepotong foto. Jarak telah ditiadakan. Semua terasa begitu dekat, yang kadang-kadang memang sungguh seperti dekat.
Kehangatan pun tak memerlukan pelukan untuk menggetarkan. Keromantisan juga tidak memerlukan belaian untuk mendidihkan gairah. Hmmm, bahkan kemarahan pun tak memerlukan pelototan atau tonjokan.
Dunia maya adalah dunia tanda. Tanda hanyalah wakil, hanya silih, simbol akan.
Malapetaka besar ketika tanda dipuja. Dan kini sudah terjadi. Manusia-manusia terkesima pada tanda. Dunia maya telah begitu nyata bagi mereka.
Haha, kecanggihan teknologi melahirkan manusia berwajah ganda: tampak maju, sekaligus bego. Terampil berselancar, sekaligus melorot nalarnya.
Maka, marilah kita merayakan kesuksesan dunia maya menjungkalkan kemanusiaan kita. Dengan sukacita kita olok-olok mereka yang gampang termakan muslihat maya, eh kelabuh dunia maya hahahahaha….
August 23rd, 2007 at 11:09 pm
jika memang dunia maya mengandung muslihat…. apakah itu berarti kita tidak lagi bisa percaya kata2 cinta yang tertumpah di dalamny??? ucapan cinta dan rindu hanya bagian dari muslihat pada akhirnya….. jika itu benar adanya haruskah aku melihat kedalam matamu
August 26th, 2007 at 9:35 pm
Tak harus bernada untuk menyatakan cinta mas, jika hanya dunia maya yang ada… maka jarak akan terlupakan, kita bicara dengan hati, kita berpelukan dengan rindu. Masih sangat berarti dan nyata.
November 1st, 2007 at 5:08 pm
kun, untuk aku sendiri, dunia maya adalah dunia yang begitu murah. dengan duduk manis menikmati bandwidth kampus yang gratis, aku bisa menikmati segala macam tontonan, bisa membaca segala jenis tulisan, bisa menyerap ratusan ilmu. komunikasi voice dan video dari bandung ke amerika bahkan tak perlu sepeser uangpun kun..
dan untukku, dibalik globalnya dunia maya, disana menyediakan ruang-ruang pribadi yang bebas dari nilai. lihat saja fenomena blog, situs porno, pergerakan kaum kiri lan liya-liyane.
saya tidak memuja, tapi mengagumi. karena bagaimanapun juga, lepas dari baik atau buruk, banyak hal bisa diambil daripadanya.
salam kangen kun
kapan dolan bandung?
November 9th, 2007 at 9:20 pm
Sepakat dengan Jkoen…
*tapi kangennya gak ya mas*
Bisa menatap bulan yang sama di tempat yang berbeda sambil mendengarkan suara teman dari HP.
Tentu banyak cara untuk menyampaikan rasa. Dan dunia maya yang nyata ini salah satunya.
Salam kenal mas…