canicula

Hujan kerap datang tanpa dinyana beberapa malam belakangan. Hujan di musim canicula. Tak ada yang berharap hujan datang di senja yang keliru. Sebab, matahari sedang hangat menggantang.

Lalu hujan seperti kabar lenyapnya nyawa. Datang tiba-tiba tanpa memberi aba-aba. Malaikat pencabut ruh hanya tahu, mandat itu harus disampaikan. Ditukarnya dengan jiwa. Siap tidak siap. Dan ketika pertukaran itu terjadi, yang ada hanyalah kesepakatan. Tak ada tawar menawar. Seperti hujan, jika sudah dilepaskan dari awan, ia tak dapat dibelokkan.

Usah menggerutu. Biar hujan turun tanpa restu, persilakan dia meliatkan debu. Dia yang empunya hujan jauh lebih paham kenapa hujan diturunkan tidak pada saatnya. Dia punya cara soal waktu.

Jadi, hujan datang tepat waktu. Cara paham kita tentang waktu sajalah yang tidak sanggup menjangkau mengapa hujan datang saat kita terlelap.

untuk dia yang sedang bertransaksi dengan waktu: terimalah hujan mengetuk pintumu, hanya pintumu

Leave a Reply