pencapaian

Kabar bahagia itu datang dua hari yang lalu. Buku PERANG PANGLIMA: SIAPA MENGKHIANATI SIAPA?[http://www.galangpress.com/detailResensi.php?act=lihat&idNya=194] yang saya tulis bersama Femi Adi Soempeno, diputuskan untuk cetak ulang ketiga. Hmmm…

Sabtu, 24 Maret 2007, masih segar dalam ingatan, kami duduk sepanel dengan Mantan Menteri Pertahanan RI Moh Mahfud MD dan pengamat militer MT Arifin di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saat itu, buku kami diluncurkan secara resmi oleh Galangpress, sebagai penerbit, bekerja sama dengan PUSdEP (Pusat Sejarah dan Etika Politik) Universitas Sanata Dharma. Hangat sekali diskusi siang itu. [http://www.usd.ac.id/06/news.php?v=w&a=386&fp=l] Sebuah pengalaman perjalanan yang sangat berkesan, berbicara sebagai penulis buku.

Masih pula melekat kuat dalam ingatan, sebuah pertemuan kecil di Bakul Coffee, Cikini, Jakarta Pusat. Juga pada sebuah Sabtu. Femi tergopoh-gopoh melepaskan diri dari sadel motor ojek, sedang saya berbasuh keringat setelah bermotor menyusuri jalanan ibukota dari Pinangranti, rumah remaja SOS Kinderdorf, tempat saya menginap untuk mengerjakan buku mereka. Di teras belakang, yang tidak berpendingan udara, yang menghadap ke taman, kami duduk berdua. Itu awal dari proyek penulisan buku PERANG PANGLIMA tersebut.

Lalu pada sebuah malam Sabtu, di sebuah rumah belakang Masjid, sebuah Jogja, Femi berbagi kisah kepada umat Katolik yang hadir di perayaan ekaristi mengenang setahun wafat Sang Ayah.[http://femiadi.wordpress.com/] Itu sesi kotbah Romo Baskara T Wardaya, SJ, sejarahwan beken, direktur PUSdEP, penulis banyak buku sejarah dan politik, yang separuh waktu homilinya dibagikan ke Femi. Bukan soal buku ini. Bukan. Ya, pencapaian ini telah saya tempuh bersama seorang sahabat yang tepat.

Buku itu telah membawa kami keliling ke berbagai kota, berbagi ingatan kepada sesama warga bangsa: Jogja, Purwokerto, Semarang, Solo, dan 7 Juni nanti Senayan-Jakarta. Kami telah pula persembahkan buku itu kepada Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka di kediamannya di Keuskupan Purwokerto.

Semoga energi kehidupan ini melimpah kepada banyak orang di sekitar kami, juga kepada Anda. Dengan karya, kami hendak berbagi kebahagiaan…

Leave a Reply